Ini Dia Cara Mengatasi Kucing Kamu yang Stres

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Email

Table of Contents

Apa ciri manusia kalau stres? Lesu, kurang nafsu makan, mudah marah, dan sebagai nya. Gejala yang kemudian menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit.

Nggak cuma manusia yang bisa stres. Hewan, khsusunya kucing rumahan bisa mengalami stres.

Stres karena situasi yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

Banyak penyebab kucing bisa stres lho guys, misalnya nih:

  • perjalanan panjang
  • trauma
  • sakit
  • kesepian
  • kehilangan anak
  • birahi tinggi tetapo belum ada pasangan
  • pindah rumah
  • bosan
  • melahirkan

Terus, kalau kucing mengalami stres apa yang harus dilakukan?

Samalah dengan manusia guys, ada banyak cara mengatasi stres. Dengan terapi dan hidup sehat, misalnya. Hanya saja kucing nggak bisa melakukannya sendiri. Harus kamu bantu.

Nah, biar kamu tahu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kucing stres.

Temani Kucing agar Tidak Stres

Temani kucing, ajak bermain, dan dekatkan dengan anggota keluarga kamu yang lain dapat membuat rasa stres pada kucing banyak berkurang. Bahkan, tidak lama akan berlangsung lama.

Trik atau cara satu ini pas banget buat kucing yang trauma, baru melaksanakan perjalanan jauh, dan pindah rumah. Buat kucing adaptasi membutuhkan waktu.

Itu sebabnya banyak kucing yang diajak pindah rumah tidak lama kemudian menghilang kembali ke rumah lama yang puluhan kilometer jaraknya.

Jangan Mengurung Kucing

Kucing sebagai makhluk hidup tentunya nggak suka banget dikurung. Apalagi dalam jangka waktu yang sangat lama.

Jika memungkinkan, saat bepergian jauh dengan mobil keluarga kucing tidak dikurung. Biarkan mereka ikut menikmati perjalanan.

Begitu pula ketika pindah rumah. Jangan mengurung mereka hanya karena takut hilang.

Ajak Kucing Jalan-jalan

Bagian lain dari menghilangkan stres pada kucing adalah mengajaknya jalan-jalan.

Kalau kamu baru pindah rumah, ajak menjelajah isinya agar dia mengenal lebih dekat. Selain itu, ajak pula berkeliling ke lingkungan sekitar rumah. Di taman mungkin dia akan berkenalan dengan jenis kucing rumahan lain.

Menjauhkan dari Kucing Liar

Trauma dan rasa takut terkadang ditimbulkan dari perjumpamaan dengan kucing liar. Mereka berebutan makanan, misalnya. Kucing rumahan kamu, seperti Persia mungkin lebih pilih mengalah. Tetapi bagi kucing lain bisa menimbulkan rasa trauma yang dalam. Kucing liar cenderung lebih agresif.

Oleh karena itu, jauhkan kucing liar dari kucing peliharaan kamu.

Mengatasi Rasa Takut

Banyak kucing mengalami penyiksaan dari manusia.

Karena rasa jijik, takut, dan lain-lain kucing dikejar dan dipukul dengan sapu lidi misalnya. Ada juga kucing yang diusir dengan mneyiram air.

Kucing akan menjadi lebih diam dan takut. Kucing seperti bisa saja stres dan kamu temui kalau kamu mengadposi kucing dewasa.

aMenjaga Kesehatannya dengan ke Dokter

Stres mungkin terjadi karena gangguan pencernaan atau gangguan kesehatan lain, seperti terkena jamur dan kutu.

Stres karena ini bisa ditandai dengan diare dan seringnya kucing menjilati bagian abwah tubuhnya sampai ekor.

Kalau kamu menemukan kucing yang kamu peihara demikian, cara paling tepat adalah mengobati penyakit dengan ke dokter hewan.

Carikan Kucing Pasangan

Nah, yang ini berlaku bagi kucing yang birahinya sedang tinggi sementara tidak ada pasangan di dekatnya. Bisa terjadi pada kucing jantan dan betina.

Tandanya, kucing sering kali mengeong. Tidak kenal waktu.

Cara jitu untuk mengatasinya adalah dengan mencarikan pasangan bagi mereka.

Hi hi.. Kamu jangan begitu ya kalau belum punya pasangan. Jodoh nggak akan ke mana-mana!

Itulah guys, 7 cara mengatasi stres pada kucing. Nggak susah bukan? Yang penting perhatian dan kasih sayang kamu berikan ke hewan peliharaan jeni satu ini.

Artikel Lainnya